“ANALISIS VARIAN DUA FAKTOR DALAM RANCANGAN ACAK LENGKAP STUDI KASUS : PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PERKECAMBAHAN KACANG KEDELAI”.
1.1. Latar Belakang
Kedelai merupakan tanaman palawija pada pertanian yang sangat banyak di
kembangkan dan dibudidayakan dan
merupakan salah satu tanaman C3
yang berarti tidak banyak membutuhkan sinar matahari yang cukup dalam setiap
pertumbuhan tanaman tersebut dan peka terhadap pencahayaan. Tanaman C3
merupakan tanaman yang memerlukan intensitas cahaya matahari yang lebih rendah
sehingga tanaman ini dapat membentuk rantai carbon sebanyak 3 buah dalam
menambat carbon dioksida (CO2) dalam melangsungkan fotosintesis
(Salisburi dan Ross, 1995). Untuk tanaman kedelai tidak perlu diadakan naungan
karena salah satu tanaman C3 sehingga tanaman kedelai lebih efektif pada suhu
antara 23-270 C dan ketinggian antara 0,5-500 m dari permukaan laut.
Tanaman kedelai termasuk tanaman dikotil yang berarti memiliki kayu pada bagian
batangnya dan termasuk dalam famili polog-polongan. Kedelai yang tergolong genus Glycine mempunyai banyak
spesies yang merupakan susunan genom diploid (2n) dengan 20 pasang kromosom
antara lain spesies Glycine clandestina, Glycine falcata, Glycine tabacina (Suhaeni.
2008).Morfologi Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. )
analisis ragam, melakukan pengujian terhadap data yang akan
dianalisis, terutama untuk pengujian yang melibatkan uji nyata, karena dalam
melakukan analisis asumsi-asumsi yang mendasari analisis ragam haruslah
terpenuhi. Hal ini perlu diperhatikan karena jika tidak dipenuhinya satu atau
lebih asumsi dapat mempengaruhi baik tingkat nyatanya maupun uji F atau t,
terdapat penyimpangan sesungguhnya dari hipotesis nol. Misalnya dalam kasus
galat percobaan tidak memenuhi asumsi kenormalan, tingkat nyata yang
sesungguhnya lebih besar dari pada yang dinyatakan. Ini mengakibatkan peluang
ditolaknya hipotesis nol sesungguhnya hipotesis itu lebih besar. Jadi tidak
terpenuhinya asumsi akan berakibat pada kesensitifan dalam pengujian (Fadjryani
& Ginanjar Aden, 2014).
Penelitin (Fadjryani & Ginanjar Aden, 2014) di peroleh Analisis sidik ragam diperoleh nilai FHitung
masing-masing faktor intensitas cahaya (A) adalah 9,7998, faktor media tanam
(B) adalah 53,5650, interaksi faktor intensitas cahaya (A) dan faktor media
tanam (B) adalah 3,19236, ketika dibandingkan dengan nilai Ftabel
dari masing-masing faktor intensitas cahaya (A) adalah 3,5545, faktor media
tanam (B) adalah 3,5545, interaksi faktor intensitas cahaya (A) dan faktor
media tanam (B) adalah 2,927744, disimpulkan bahwa
hasil yang diperoleh dari FHitung > Ftabel artinya
berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan kacang tanah atau signifikan dengan
taraf nyata 5 %.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka pada penelitian ini
dengan judul “Analisis Varian Dua Faktor dalam Rancangan Acak Lengkap Studi Kasus : Pertumbuhan dan Perkembangan Perkecambahan Kacang
Kedelai”.
1.2. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas diperoleh rumusan masalah,
sebagai berikut:
1. Bagaimana
model linier berdasarkan sumber keragaman yang berasal dari rancangan yang
digunakan?
2.
Bagaimana
sumber keragaman dan menyusunnya kedalam tabel sidik ragam?
3.
Bagaimana
pengaruh utama faktor dan pengaruh interaksi dari kombinasi perlakuan?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan ini adalah
mendapatkan:
1. Mengetahuai
model linier berdasarkan sumber keragaman yang berasal dari rancangan yang digunakan.
2. Mengetahuai
mumber keragaman dan menyusunnya kedalam tabel sidik ragam.
3. Mengetahuai pengaruh utama faktor dan pengaruh
interaksi dari kombinasi perlakuan.

